Manfaat Daun Ceker Ayam Yang Perlu Kamu Ketahui, Yuk Simak!

Sempat dengar julukan daun ceker ayam? tumbuhan ini berjenis tumbuhan paku, memiliki julukan Latin Selaginella doederleinii, Hieron, yang adalah herba dari keluarga Selaginellaceae. tumbuhan ceker ayam serupa serupa tumbuhan paku lain, tumbuh di tebing-tebing, pinggir lembah yang cerun, serta lokasi berhenti lain dengan hawa yang dingin. daun terlenggek di kiri kanan batang induk hingga ke percabangannya, menyamai ceker ayam dengan sisik-sisiknya. nyatanya enggak banyak yang ingat tumbuhan yang satu ini dapat dipakai sebagai obat tradisional.


Ceker ayam sesungguhnya telah lamban diketahui sebagai tumbuhan herbal yang sangat berkhasiat. ceker ayam jika diolah jadi obat memiliki rasa yang manis. tumbuhan ceker ayam bisa dipakai baik dalam kondisi enak ataupun kering. masyarakat sudah banyak memakai tumbuhan ini sebagai obat tradisional, buat meletakkan panas, melancarkan gerakan darah, antitoksik, antineoplasma, penghenti pendarahan (hemostatis), serta menghilangkan bengkak.

Selain itu, paku ceker ayam pula berkhasiat buat membasmi batu berdahak, infeksi saluran napas, kerusakan paru, hepatitis, berak air, jirian, tulang patah, pendarahan, serta kanker. bahkan daun Selaginella doederleinii ini, sudah lamban dipakai sebagai obat tradisional kaum Tiongkok buat penyembuhan bermacam jenis kanker, terpenting buat karsinoma epifaring, kanker alat pernapasan, serta tumor trofoblastik.

Tumbuhan ceker ayam, menurut riset benar memiliki keaktifan antikanker, bisa menghambat sarkoma serta kanker serviks pada tikus serta sel L yang diisolasi dari kanker batin orang. tumbuhan ceker ayam ini, berisi alkaloid, saponin, serta fitosterol. Ekstrak etanolik ceker ayam berisi lima anggota lignin yang bisa menghambat sel kanker.

Team peneliti dari bagian Biokimia, Institut agraria atap, memelajari nanopartikel ekstrak daun Selaginella doederleinii yang bisa menghambat sel kanker alat pernapasan orang. riset itu dijalani buat menilai akibat sitotoksisitas nanopartikel ceker ayam. perolehan riset membuktikan nanopartikel dari ekstrak daun ceker ayam sangat menghambat pertumbuhan sel A549 (sel kanker). kontemplasi ekstrak nanopartikel efisien menghambat sel kanker tanpa merugikan sel biasa.

Pemerian Botani tumbuhan ceker Ayam 
Tumbuhan ceker ayam memiliki batang yang berdiri, tinggi 15-35 centimeter, serta yang-yang pergi pada perempatan. Daunnya kecil-kecil, rupa jorong, pucuk jirus, akar datar, corak daun bagian berdasarkan hijau berumur, bagian bawah hijau belia. daun terlenggek di kiri kanan batang induk hingga ke percabangannya yang menyamai ceker ayam dengan sisik-sisiknya.

Ceker ayam memiliki habitus terna, berkerumun, sedikit berdiri. Batang bulat, liat, bercabang-cabang menggarpu, tanpa pertumbuhan inferior serta putih kecokelatan. daun tunggal, terlenggek dalam garis sepanjang batang, beradu kening, lembut serta hijau. Spora 28 berwujud sporangium tereduksi di ketek daun serta berona putih. yang-yang bulu, tampak dari batang yang berdaun serta berona cokelat kehitaman.

Ceker ayam berdasarkan Wikipedia memiliki julukan ilmiah Selaginella doederleinii, dengan banyak julukan local. Orang Jawa menyebutnya suket sendiri, arun baling-baling gunung, ataupun ceker ayam. julukan lain paku rane (Sunda), menter (Jakarta), tai lantuan (Madura), baya (Ambon), sikili batu, lingonai (Minangkabar). Di Tiongkok, tumbuhan ini dikenal shi shang be ataupun juan bai.

Manfaat Herbal ceker Ayam 
Tumbuhan paku ceker ayam, berdasarkan Dr Alfonsus Setiawan Dalimartha, dalam buku denah tumbuhan Obat Indonesia (1999, jahitan I, Trubus Agriwidya, Jakarta), berisi alkaloid, saponin serta fitosterol. Ekstrak etanol paku ceker ayam dikabarkan berisi lima anggota lignin, ialah (-) -lirioresinol A, (-) -lirioresinol B, (+) -wikstromol, (-) -nortracheloside, (+) - matairesinol, yang bisa menghambat sel kanker.

Ceker ayam berkhasiat buat menghilangkan panas serta basah, melancarkan gerakan darah, antitoksik, antineoplasma, penghenti pendarahan (hemostatis) serta menghilangkan bengkak.
Previous
This is the oldest page